Minggu, 10 Januari 2016

Contoh Soal Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)



Pilihlah salah satu yang sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan!

1.      Penulisan huruf kapital yang tepat adalah ....
a.       Rani dan rista pergi ke gunung kidul pada hari minggu.
b.      Rani dan Rista pergi ke gunung kidul pada hari minggu.
c.       Rani dan Rista pergi ke Gunung Kidul pada hari Minggu.
d.      Rani dan Rista pergi ke Gunung kidul pada hari minggu.


2.      Penulisan huruf kapital yang tepat adalah ....
a.       Rizki bertanya, “siapa yang ikut study banding ke Universitas Kristen Satya Wacana?”
b.      Semoga langkahmu selalu dalam perlindungan-Nya.
c.       Berdoalah semoga allah swt memberikan kemudahan dalam perjalananmu.
d.      “Kita mendapatkan diskon untuk sewa villa di taman wisata kopeng.” Ujar Wiznu.


3.      Penulisan huruf kapital yang tepat adalah ....
a.       Sebentar lagi dia akan dilantik menjadi Walikota yang baru.
b.      Hendrar prihadi adalah walikota semarang yang terpilih pada tanggal 9 Desember 2015.
c.       Ayah Ririn sekarang menjadi seorang Kiai.
d.      Pengajian Sabtu siang kemarin dipimpin oleh Ustadz Husni Mubarrok.
 

4.      Penulisan huruf kapital yang tepat adalah ....
a.      Sangki adalah mahasiswi dari Suku Batak.
b.      Meskipun orang Lampung, Uung memiliki logat Kejawa-jawaan.
c.       Yoko memperingati hari natal bersama keluarganya di wonosobo.
d.      Komang pergi ke Bali untuk memperingati hari galungan.


5.      Penulisan huruf kapital yang tepat adalah ....
a.       Sungai terbesar di Jawa Tengah adalah bengawan solo.
b.      Yufitra tinggal di Dataran Tinggi Dieng yang termahsyur dengan wisata alamnya.
c.       Mahasiswa Bahasa dan Sastra Jawa pergi berlibur ke ngarai sianok.
d.      Zefira membawa oleh-oleh ukiran jepara untuk sahabatnya.


6.      Penggunaan huruf miring yang tepat adalah ....
a.      Tsinta menggunakan buku Ilmu Antropologi sebagi rujukan dalam pembuatan makalah.
b.      Buku syair berjudul hujan di bulan juli merupakan karya dari sapardi djoko damono.
c.       Ayu Utami merupakan pengarang dari novel berjudul lalita.
d.      Berita tersebut sudah beredar di Suara merdeka.


7.      Penggunaan huruf miring yang tepat adalah ....
a.      Ketika mulai menyerah, pemimpin selalu mengatakan bahwa Show must go on.
b.      Hasil download semalam tiba-tiba hilang terkena virus.
c.       Semboyan pendidikan oleh Ki Hajar Dewantara adalah, ing ngarso sing tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.
d.      Nama ilmiah dari buah manggis adalah Carcinia mangostana.

Pemakaian Tanda Baca



Dalam kaidah penulisan, tanda baca yang digunakan ada beragam,yaitu  tanda titik, tanda koma, tanda titik koma, tanda titik dua, tanda hubung, tanda pisah, tanda tanya, tanda seru, tanda elipsis, tanda petik,tanda petik tunggal, tanda kurung, tanda kurung siku, tanda garis miring, dan tanda penyingkat atau apostrof.

1.      Tanda titik (.)
a.       Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.
b.      Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam satu bagan, ikhtisar, atau
c.       Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan
d.      Tanda titik digunakan untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah.

2.      Tanda Koma (,)
a.       Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.
b.      Tanda koma untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului dengan kata seperti tetapi, melainkan, sedangkan, dan kecuali.
c.       Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dengan induk kalimat
d.      Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat
e.       Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seru
f.       Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat

Jumat, 08 Januari 2016

Soal Kalimat Efektif



1.      Kalimat tidak efektif  :Para masyarakat mulai mengungsi ketika Gunung Merapi berstatus waspada.
Kalimat efektif            :Masyarakat mulai mengungsi ketika Gunung Merapi berstatus waspada.
Pembahasan                :Kata “Para” dihilangkan karena kata “Masyarakat” sudah jamak. Sehingga jika dibubuhi kata “Para” di depan kalimat maka kurang efektif.


2.      Kalimat tidak efektif  :Bunga-bunga mawar, melati, dan kenanga menjadi penghias rumahnya.
Kalimat efektif            :Mawar, melati, dan kenanga menjadi penghias rumahnya.
Pembahasan                :Kata “Bunga-bunga” dihilangkan karena menjadi pemborosan kata dalam kalimat. Mawar, melati, dan kenanga adalah bunga sehingga tidak perlu diberikan kata “bunga-bunga” kembali.


3. Kalimat tidak efektif  :Untuk Bapak Anas, waktu dan tempat saya persilahkan.
Kalimat efektif            :Kepada Bapak Anas dipersilahkan.
Pembahasan                :Kalimat tidak logis, seharusnya yang dipersilahkan adalah bapak Anas, bukan waktu dan tempat.


4.      Kalimat tidak efektif  :Sejak dari kemarin Ririn terlihat muram.
Kalimat efektif            :Sejak kemarin Ririn terlihat muram.
Pembahasan                :Kata “dari” membuat kalimat tersebut tidak efektif karena pemborosan kata.


5.      Kalimat tidak efektif  :Rapat malam ini menentukan tentang bintang tamu Unnes Inaugurasi.
.      Kalimat efektif            :Rapat malam ini menentukan bintang tamu Unnes Inaugurasi.
Pembahasan                :Kata “tentang” tidak perlu dimasukkan ke dalam kalimat karena membuat kalimat menjadi tidak padu.


6.      Kalimat tidak efektif  :Menginjak acara selanjutnya adalah sambutan dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan.
Kalimat efektif            :Acara selanjutnya adalah sambutan dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan.
Pembahasan                :Kalimatt pada Kalimat tidak efektif merupakan kalimat yang tidak logis, karena ada kata “Menginjak”.





7.      Kalimat tidak efektif  :Bagi pengunjung dengan nomor undi 7 silahkan maju ke depan.
Kalimat efektif            :Bagi pengunjung dengan nomor undi 7 silahkan maju.
Pembahasan                :Kalimat menjadi tidak hemat,karena ada pengulangan makna pada kalimat. Maju sudah menujukkan suatu kegiatan yang mengarah ke depan sehingga tidak perlu diberikan kata “ke depan”.

Cara Menulis Essay



Menulis merupakan salah satu keterampilan yang diharuskan untuk dikuasai oleh pelajar maupun mahasiswa. Menulis banyak jenisnya, menulis karangan, menuliskan karya sastra maupun sebuah karya ilmiah. Salah satu karya  ilmiah yang banyak dilombakan adalah menulis essay.
Essay adalah karangan ilmiah yang berisi pendapat penulis yang didasarkan atas fakta yang ada. Essay dapat mengambil tema tentang kebudayaan, ekonomi, sosial, maupun politik. Essay biasa dimuat di media massa, seperti koran atau majalah dalam bentuk opini maupun artikel.
Langkah-langkah dalam membuat essay adalah:

Makalah Bilingualisme dan Diglosia







                                                                                                          
BILINGUALISME DAN DIGLOSIA
Makalah ini disusun guna melengkapi tugas
Mata Kuliah Sosiolinguistik
Dosen :
Prembayun Miji Lestari



Disusun oleh
Nailufar Halilatul. A             (2601413101)
Teguh Arif Tri Budi Aji       (2601413102)
Nurul Hidayah                      (2601413103)
Shinta Wulandari                  (2601413104)
Rizky Fitriani                        (2601413105)




BAHASA DAN SASTRA JAWA
UNIVERSITAS NEGRI SEMARANG
2015




BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah
Fenomena bilingualisme dan diglosia itu merupakan itu merupakan pokok kajian yang menarik, bukan saja karena aspek teorinya, melainkan juga aspek aplikasinya dalam kenyataan penggunaan bahasa.Contoh-contoh konkrit dapat anda temukan dalam kehidupan anda sehari-hari. Masing-masing fenomena bilingualisme dan diglosia akan dibahas dari segi hakikat atau acuan konseptual dan dari segi profilnya. Bilingualism dan diglosia adalah pokok yang sangat berhubungan, kadang-kadang ada tumpang tindih jika terhadap dua fenomena ini.
Dilihat dari jumlah yang digunakan dalam masyarakat bahasa, ada masyarakat bahasa yang menggunakan satu bahasa atau lebih.Masyarakat bahasa yang menggunakan satu bahasa dan ada yang menggunakan bahasa yang dua atau lebih.Masyarakat bahasa yang menggunakan satu bahasa disebut monolingual dan masyarakat bahasa yang menggunakan dua bahasa atau labih disebut biligualisme. Menurut Ferguosa, diglosiaadalah fenomena penggunaan ragam bahasa yang dipilih sesuai dengan fungsinya. Diglosia dalam masyarakat bahasa yang memiliki satu bahasa dengan dua ragam(tinggi dan rendah) yang memiliki peranya masing-masing.

1.2 Rumusan Masalah
1.      Bagaimana hakikat bilingualisme?
2.      Bagaimana  hakikat diglosia?
3.      Bagaimana hubungan bilingualisme dan diglosia?

1.3  Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui bagaimana hakikat biligualisme
2.      Untuk mengetahui bagaimana hakikat diglosia
3.      Untuk mengetahui bagaimana hubungan bilingualism dan diglosia